Banjir dan Longsor Landa Lima Desa di Jeruklegi Cilacap

 Banjir dan Longsor Landa Lima Desa di Jeruklegi Cilacap

BANJIR : Akses jalan desa di wilayah Kecamatan Jeruklegi terhambat akibat terendam banjir. (Istimewa)

CILACAP – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Cilacap dan sekitarnya sejak Minggu (18/10) malam hingga Senin (19/10) pagi menyebabkan lima desa di wilayah Kecamatan Jeruklegi dilanda banjir dan tanah longsor. Banjir akibat meluapnya sejumlah aliran sungai tersebut telah menyebabkan jembatan ambruk dan akses jalan terputus tergenang air.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidy Wajayanto menjelaskan, lima desa di wilayah Kecamatan Jeruklegi dilanda banjir dan tanah longsor. Meliputi Desa Sawangan, Brebeg, Jeruklegi Kulon, Jambusari dan Prapagan.

“Di Desa Sawangan, hujan deras menyebabkan sungai Brokeh meluap hingga di atas jembatan mengakibatkan akses jalan menuju Desa Mentasan Kecamatan Kawunganten terputus. Senin siang hujan sudah reda, banjir sudah menyusut dan jembatan sudha bisa dilalui. Tidak ada korban jiwa dan material, hanya akses jalan terhambat,” jelas Tri Komara, Senin (19/10).

Di Desa Brebeg, banjir menggenangi jalan dan areal sawah yang ada di Dusun Cikokol. Akses jalan Desa Brebeg terhambat, tidak ada korban jiwa dan kerugian material.

“Banjir juga melanda Desa Jeruklegi Kulon tepatnya di jembatan Cipaku yang menghubungkan Jeruklegi Wetan dan Jeruklegi Kulon. Akses jalan tidak bisa dilalui karena terendam air. Kemudian di Dusun Pengasinan, satu jembatan ambruk tidak bisa dilalui. Kerugian ditaksir Rp 15 juta,” ungkapnya.

Selain banjir, lanjut Tri Komara, hujan lebat juga menyebabkan tanah longsor di Desa Jambusari dan Prapagan. Lokasi tanah longsor di Desa Jambusari berada di Dusun Jambudadap. Sebagian badan jalan nasional Jeruklegi-Wangon tertutup material longsor yang membahayakan pengendara yang melintas. “Bahkan satu mobil tergelincir dan masuk sawah. Sopir mobil tersebut selamat. Material longsor sudah ditangani dan kendaraan bisa melintas,” bebernya.

Sementara tanah longsor di Desa Prapagan menimpa rumah milik Somad, warga RT 05 RW 01. Material longsor menimpa dinding rumah. “Tidak ada korban jiwa. Penanganan sementara, warga setempat kerja bakti membersihkan longsor,” katanya.

Di wilayah lain, hujan deras menyebabkan arus Kali Dondong di Dusun Kedungsari Kulon Desa Dondong Kecamatan Kesugihan meluap dan menggerus jembatan. Akibatnya jembatan sepanjang 13 meter dengan lebar 2,5 meter itu ambruk diterjang arus sungai. “Jembatan terputus, kerugian jembatan ditaksir sekitar Rp 800 juta,” rincirnya.

Dia menambahkan, secara keseluruhan total kerugian ditaksir Rp 827 juta. Selanjutnya, mengingat curah hujan tinggi, masyarakat dihimbau agar selalu waspada dan siap siaga 24 x7 terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, hujan yang turun Minggu malam hingga Senin pagi, masuk katergori hujan lebat, karena dari pantauan pos Tunggul Wulung mencapai 145 mm, pos PU Jeruklegi 125 mm, stasiun meteorologi kota Cilacap 63 mm.

Sedangkan dari prakiraan cuaca umum di Jawa Tengah, untuk 19 Oktober 2020, Cilacap masih akan turun hujan sedang hingga ringan. Angin bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan 5-30 km per jam. Suhu udaranya 26-31 dengan kelembabannya 70-90 persen. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :