Harga Melonjak dan Langka, Pekerja Migran Asal Cilacap di Hongkong Kekurangan Masker

 Harga Melonjak dan Langka, Pekerja Migran Asal Cilacap di Hongkong Kekurangan Masker

ANTRIAN MASKER : Foto Antrian pembagian masker di KJRI Hongkong. Bantuan masker dari pemerintah, BUMN dan lembaga di KJRI (Istimewa FB milik Judy Huoyai)

CILACAP – Pekerja migran Indonesia asal Cilacap, khususnya yang bekerja di Hongkong mulai resah sejak wabah virus corona di Wuhan, China terus memakan korban. Pasalnya, virus mematikan itu sudah menyebar ke Hongkong.

Koordinator Forum Komunitas Warga Cilacap di Hongkong, Sri Martuti yang dikenal sebagai Judy Houyai mengungkapkan, dirinya dan TKI asal Cilacap lainnya mulai merasakan dampak mewabahnya virus corona di China. Ia menggambarkan, situasi terkini di Hongkong cukup mencekam dengan adanya wabah virus Corona. Salah satunya, adanya pembatasan aktivitas di luar rumah oleh otoritas pemerintahan China.

Judy melanjutkan, kondisi ini diperparah dengan minimnya stok alat pelindung kesehatan berupa masker yang terjadi di Hongkong. Sehingga buruh migran asal Indonesia yang mayoritas bekerja di Hongkong selama ini dinilai sudah terancam kesehatannya.

“Kami yang setiap harinya bekerja di sini harus pergi keluar rumah dan tentunya berinteraksi langsung dengan orang China,” ungkapnya, Senin (10/2).

Ia menuturkan, para pekerja migran Indonesia (PMI) Cilacap di Hongkong berharap agar Pemerintah Kabupaten Cilacap bisa memberikan perlindungan, dengan mengirimkan bantuan berupa masker. Sebab jumlah PMI asal Cilacap di Hongkong menempati posisi kedua setelah Jawa Timur. Yakni ada sekitar 1.889 orang pekerja.

“Kami tidak pernah meminta apapun kepada Pemkab Cilacap.Tapi untuk kali ini, kami ingin dibantu untuk mencegah penyebaran virus corona,” kata warga asli Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah ini.

Menurutnya, bantuan masker memang sudah ada dari KJRI Hongkong, BUMN, dan organisasi yang membantu. Bahkan dari Pemprov NTB dan juga Pemda Ponorogo juga sudah membantu. Namun, banyaknya jumlah PMI di Hongkong menjadikan bantuan tidak mencukupi.

“Besar harapan kami Pemkab Cilacap juga hadir sebagai wujud melindungi warganya yang kesulitan mencari masker. Karena satu lembar masker bagi kami sangat berharga. Apalagi di Hongkong sudah sangat sulit didapatkan masker,” ujarnya.

Dia menambahkan, kalau pun ada,harganya itu tidak murah dan jumlahnya sangat terbatas. sekitar 380 HK Dollar, bahkan ada yang dijual lebih dari 1.000 dollar HK atau atau sekitar Rp 665 ribu sampai Rp 1.750.000.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesty Griana Dewi mengatakan, jika sampai saat ini belum ada rencana untuk mengirimkan bantuan masker kepada pekerja migran di luar negeri.

“Untuk saat ini tentang rencana pengiriman masker bagi PMI asal Cilacap di Hongkong masih dalam pembahasan antara Dinkes dengan Pemkab Cilacap,” katanya. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres