IGRA dan IGTKI Harapkan RSI Banjarnegara jadi Pusat Pelatihan

 IGRA dan IGTKI Harapkan RSI Banjarnegara jadi Pusat Pelatihan

RSI Banjarnegara

BANJARNEGARA – Lembaga prasekolah Ikatan Guru Raudhatul Atfal (IGRA) dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) di Kecamatan Bawang berharap Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara bisa menjadi pusat pelatihan untuk menunjang kemampuan guru pra sekolah.

Ketua IGRA Bawang Umi Heni MPd menyatakan, keberadaan RSI sangat penting, bukan hanya sebagai pusat kesehatan di Banjarnegara namun bisa juga sebagai lembaga yang mampu mengakomodir kepentingan guru di sekitarnya.

“Dengan sumber daya manusia di RSI, kami rasa RSI bisa menjadi fasilitator untuk peningkatan kompetensi guru, misalnya membuat pelatihan, workshop diklat dan lainnya,” kata umi, kemarin.

Banyak sekali materi yang bisa diangkat ketika berhubungan kesehatan dan pendidikan pra sekolah, diantaranya bisa tentang parenting untuk wali murid, materi program makanan tambahan (PMT). Bisa juga kelengkapan UKS, standar prosedur perlengkapan kesehatan untuk anak.

Dituntut Kreatif

Umi menambahkan, di era milenial guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif, dengan pendekatan pembelajaran kurikulum 13 yang serba nyata. Maka dibutuhkan berbagai elemen pendukung pembelajaran yang memadai diantaranya guru yang profesional, sarana dan prasarana yang sesuai SOP, CSR /steak holder, wali murid yang mendukung program sekolah.

Hal serupa diungkapkan Ketua IGTKI Bawang Bejo Listiono, pihaknya justru bersyukur dan sangat mendukung jika ada kegiatan semacam kolaborasi antara lembaga yang dipimpinnya dengan pihak RSI. “Bagus sekali, kita siap menjadi mitra RSI, kita bisa tampil bersama, bersinergi,” sebutnya.

Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujianto SpB saat dikonfirmasi menyatakan keterbukaannya terkait pengembangan keilmuan dan kompetensi guru. Mulai dari pra sekolah, sekolah mauoun perguruan tinggi sekalipun. Bahkan juga untuk pengembangan potensi profesi lainnya.

“Untuk kerjasama pengembangan potensi semacam itu, kami sangat terbuka. Teknisnya mari kita buat kesepakatan tertulis. Nah IGRA IGTKI Himpaudi di Bawang ini bisa menjadi motor penggerak kegiatannya. Kita sudah kerjasama dengan lembaga yang khusus mengadakan kegiatan pelatihan seminar dan lainnya di rumah sakit yaitu Synaps. Nah nantinya komunitas itu yang kita tunjuk untuk kerjasama dengan pihak terkait,” kata Agus. (ook/jos)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres