Tim RSI Banjarnegara Baksos Diantara Lautan Muslim, Terapi Akupuntur dan Fashdu

 Tim RSI Banjarnegara Baksos Diantara Lautan Muslim, Terapi Akupuntur dan Fashdu

TERAPI: Tim bakti sosial dari Rumah Sakit Islam Banjarnegara saat melakukan sejumlah terapi pada acara maulid akbar bin Yahya di Cisarua Bogor. 

BANJARNEGARA – Tim Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara melakukan bakti sosial (Baksos) diantara lautan muslim pada Maulid Akbar Majelis Bin Yahya di Cisarua Bogor, Sabtu (12/1). Baksos ini dikhusukan bagi peserta maulid, dengan metode terapi akupuntur dan fashdu (mengeluarkan darah kotor). Tim ini langsung dipimpin Direktur RSI dr Agus Ujianto Msi Med SpB.
Habib Usman bin Yahya saat ditemui mendukung kegiatan yang dilakukan RSI, terlebih ini merupakan pengobatan Nabawiah. “Lanjutkan kegiatan semacam ini, semoga barokah. Lebih banyak menolong sesama manusia, insyaAllah berkah,” kata Habib Usman suami dari artis Kartika Putri ini.
Sementara dr Agus Ujianto menyatakan, pemilihan metode fashdu dan akupuntur ini merupakan upaya pihaknya untuk terus mengkampanyekan pengobatan holistik. Ia berpendapat, kedua metode terapi ini merupakan metode yang sudah ada sejak lama. “Akupuntur dan bekam fashdu ini pengobatan yang sudah lama dan bisa diintegrasikan dengan media kedokteran, banyak penelitian almiah tentang metode ini,” katanya.
Lebih terperinci ia menyebutkan, fashdu secara prinsip membuang sel darah yang mati, karena siklusnya selama 120 hari, maka sel darah akan membentuk sel baru. “Secara prinsip seperti donor darah, kalau donor darah orang sehat memberikan darahnya untuk orang sakit. Kalau fashdu orang sakit yang dibuang darahnya, biar sehat. Diharapkan, regenerasi darah lebih bagus lebih cepat,” terang Agus.
Sedang akupuntur, merupakan ilmu tersendiri merupakan ilmu purba yang diakulturasikan dengan ilmu medis dan kedokteran yang merupakan penusukan untuk menstimulasi titik titik tertentu. Setiap penusukan tersebut menstimulasi neurotransmiter kepada hormon, anti inflamasi dan lainnya, dengan harapan berefek baik.
Bagi Agus, ini akan dimanfaatkan dan dikembangkan di rumah sakitnya di Banjarnegara untuk menolong masyarakat Banjarnegara dengan metode semacam ini.  Dirinya bersama tim berusaha melakukan kajian kajian ilmiah dan akan membuat pusat pelatihan dan pengembangan serta pengobatan.
Ia menegaskan, sudah saatnya penelitian payung dilakukan, untuk menuju Banjarnegara sehat melalui pendekatan holistik yang dipadukan demgan metode medis. “Ini namanya pengobatan Nabawiyah,” tegasnya.
Semenara dr Habib Syarif Hadi Assegaf selaku ahli terapi akupuntur RSI Banjarnegara menyatakan dari sisi medis akupuntur sudah di akui oleh WHO dan sejak tahun 1970 akupuntur dinyatakan mampu menyembuhkan ratusan penyakit. Jika dipadukan dengan pengobatan medis maka akan semakin biak, karena dengan akupuntur pengobatan media bisa semakin efektif. Penyakit tanpa obatpun, mampu sembuh dengan akupuntur.
“Perpaduan obat media dan akupuntur, akan mengefektifkan fungsi obat yang ada. Banyak sekali penyakit yang bisa disembuhkan dengan akuountur, ada 160 penyakit,” terangnya.
Irma (20) warga Cisarua salah satu peserta pengajian maulid akbar yang ikut peserta pengobatan gratis ini mengeluhkan sering pusing dan migrain. Pada kesempatan tersebut, ia diberi terapi fashdu dan akupuntur sekaligus. “Saya beruntung dari ribuan peserta pengajian maulid akbar, bisa ikut pengobatan dengan teknik ini, efeknya langsung terasa, kepala lebih enteng, semoga migrain saya sembuh,” katanya. (ook)
Beri komentar :

Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :