Heboh Video Camat Terima Inventaris Pesawat, Pemkab Cilacap Minta Maaf

 Heboh Video Camat Terima Inventaris Pesawat, Pemkab Cilacap Minta Maaf

Potongan gambar dari video para camat menerima inventaris pesawat. (Istimewa)

 

CILACAP – Jagat maya mendadak heboh menyusul beredar video pengakuan para camat di Kabupaten Cilacap menerima inventaris pesawat untuk operasional. Namun, setelah viral ternyata video tersebut disebut-sebut sebagai candaan para camat belaka. Sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap meminta maaf.

Berdasarkan penelusuran Banyumas Ekspres, video berdurasi 1 menit 58 detik beredar luas di medsos salah satunya grup WA. Dalam video tersebut tampak seorang pria bermasker memulai laporan pandangan mata yang menjelaskan terkait masing-masing camat di Cilacap menerima invetaris pesawat yang digunakan untuk operasional. Dengan gaya meyakinkan, satu per satu para camat yang berdiri di samping pesawat disambangi.

Sontak video yang diambil di Bandara Tunggul Wulung tersebut mendapat tanggapan beragam dari kalangan warganet. Sebagian menanggapi dengan serius hingga melontarkan kritik pedas. Karena dianggap tidak pada tempatnya, apalagi di tengah masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

Hanya Candaan Camat

Menanggapi video para camat menerima inventaris pesawat untuk operasional yang telah beredar luas, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf mengatakan, itu candaan para camat menerima pesawat, seolah-olah ada penyerahan.

“Kejadian hari Sabtu (25/7), para Camat setelah selesai olahraga di sekitar bandara. Menurut saya itu guyon, glewehan camat (canda, red). Dan itu tidak mungkin dilaksanakan, tidak mungkin Pemda itu beli pesawat, apalagi jaman (masa) COVID-19,” kata Sekda Cilacap di ruang kerjanya, Senin (27/7).

Bagaimana tidak, lanjut Sekda, Pemkab Cilacap sendiri mau beli mobil untuk operasional para camat juga batal dilaksanakan karena anggaran digunakan untuk penanganan COVID-19.

“Rencana beli mobil operasional camat karena sudah lama saja juga tidak jadi karena digunakan untuk ngurusi COVID-19, apalagi untuk beli pesawat. Terus kalau beli pesawat mau ditaruh dimana? Terus kalau turun (landing) dimana? Secara logika tidak masuk akal,” jelasnya.

Karenanya, Sekda memohon kepada masyarakat untuk tidak ditanggapi serius. Kendati demikian, kata Sekda, atas nama Pemkab Cilacap selaku ASN mohon maaf kepada masyarakat apabila guyonan (candaan, red) Camat tidak pada tempatnya.

“Saya sudah mengingatkan. Sudah saya kumpulkan pak Camat sudah diingatkan. Apapun bentuknya harus hati-hati,” tandasnya.

Karena namanya pejabat, menurut Sekda, apabila salah ngomong, salah kata, salah langkah menjadi komentar masyarakat. Sehingga, kepada para camat dirinya sudah mengingatkan apabila membagikan (share) video agar yang lengkap.

“Video yang pertama mungkin belum lengkap sudah keburu dishare, kemudian video kedua dishare lagi. Ternyata versi yang lengkap itu ternyata mimpinya pak camat. Mimpi boleh saja, tapi untuk saat sekarang dimasa pandemi, Pemkab sedang fokus menangani COVID-19 dan menangani ekonomi masyarakat agar kembali menggeliat,” ujar Sekda.

Sekda meminta kepada masyarakat fokus kembali kepada pekerjaan-pekerjaan yang didepan mata. Untuk masalah pesawat untuk ditutup, karena secara logika tidak mungkin Pemkab Cilacap membeli karena anggaran jelas tidak ada. Selain anggaran tidak, ada juga mau diparkir dimana dan sebagainya.

“Sekali lagi mohon maaf kepada masyarakat Cilacap, yang mungkin apa yang disampaikan oleh pak Camat kurang berkenan dihati masyarakat,” tutupnya.

Hal yang sama disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, video yang beredar viral itu ternyata tidak utuh, ada yang dipotong. Bahwa video itu adalah mimpi camat, tapi ujung mimpinya tidak ada.

“Tidak mungkin camat dikasih pesawat. Mau mendarat dimana, bandaranya dimana. Terus disana kan ada tulisan perkasa. Masa pesawat milik Perkasa dikasihkan. Mau latihan ke siapa, wong isinya juga cuma dua orang,” kata Bupati.

Menurutnya, itu dilakukan para Camat karena bangga bisa foto di depan pesawat karena tidak semua orang bisa.

“Ternyata setelah bangun ternyata itu hanya mimpi. Tapi video itu terpotong. Tapi yang jelas itu hanya guyon,” ujarnya.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah lewat akun twitternya juga menanggapi serupa. Menurutnya itu pasti hanya bercanda, karena itu pesawat latih dari sekolah penerbang di Cilacap. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :