Nelayan Harus Mampu Merencanakan Aktivitas Sebelum Melaut

 Nelayan Harus Mampu Merencanakan Aktivitas Sebelum Melaut

CILACAP – Nelayan Cilacap diharapkan mampu merencanakan aktivitasnya sebelum melaut. Yakni ketika menerima kemudian mengaplikasikan informasi peringatan dini terhadap bahaya gelombang tinggi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo saat pembukaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tahun 2020 di gedung Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Selasa (13/10).

Menurutnya, ini penting karena tujuan beraktivitas di laut adalah untuk kesejahteraan. “Ketika nelayan aman di laut, maka harapan untuk mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Taruna Mona Rachman, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada para penyuluh dan nelayan dalam memahami cuaca. “Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada penyuluh, petugas dinas maupun kelompok nelayan dalam memahami informasi iklim cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,” kata Taruna.

Dengan adanya informasi yang bisa dipahami, diharapkan nelayan mampu mengantisipasi cuaca ekstrim dan tepat dalam menentukan waktu melaut dengan baik. “Informasi yang dikeluarkan oleh BMKG semestinya bisa dipahami oleh seluruh sektor, termasuk perikanan, kelautan. Baik untuk mengantisipasi cuaca ekstrim maupun mendorong potensi perikanan di wilayah Indonesia,” katanya.

Disebutkan, SLCN diikuti oleh empat orang penyuluh dari Dinas Perikanan, dua orang penyuluh Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) dan 19 orang anggota kelompok nelayan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai 13 hingga 15 Oktober 2020.

Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman dalam keterangannya sangat mendukung kegiatan ini karena bisa memberikan pengetahuan khususnya bagi penyuluh dan nelayan.

“Pemerintah daerah sebagai penerima manfaat dari kegiatan yang sangat luar biasa ini. Tentunya akan memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi penyuluh dan nelayan,” kata Wabip.

Kepada nelayan Wabup berpesan untuk bisa menyesuaikan dengan alam. “Jadilah nelayan yang menyesuaikan alam, jangan alam yang menyesuaikan keinginan nelayan. Jika mampu menyesuaikan dengan alam niscaya akan selamat dan hasilnyapun berlimpah,” pungkasnya. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Banyumas Ekspres

Selalu Ada yang Baru Setiap Hari

Artikel terkait :