Pasien Positif Corona di Purbalingga Bertambah, Menjadi 4 Orang

 Pasien Positif Corona di Purbalingga Bertambah, Menjadi 4 Orang

Bupati Purbalingga menyemprot diinsfektan di pasar

PURBALINGGA – Di Kabupaten Purbalingga, dari sebelumnya hanya satu orang dinyatakan positif Covid-19, pada Rabu (25/3) bertambah 3 orang. Total menjadi 4 orang yang positif terinfeksi.

Pertama, laki-laki asal Kecamatan Kalimanah, usia kisaran 37 tahun. Sebelumnya bekerja di Bogor dan tengah mudik ke Purbalingga. Dia dinyatakan positif Covid-19 per Rabu (25/3).

Kemudian perempuan 17 tahun, Kecamatan Rembang, sebelumnya bekerja di restoran. Ketiga, perempuan 43 tahun asal Kecamatan Pengadegan, bekerja di Jakarta, pulang ke Purbalingga. Keempat laki-laki 53 tahun asal Kecamatan Bobotsari. Dia dari Jakarta untuk mengantar anaknya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon mengatakan, total ada empat orang positif covid-19. “Kami minta para perantau tidak pulang, baik mudik maupun pulang sementara,” ujarnya.

Tiwi mengatakan, ODP di Purbalingga menyampai 561 yang didominasi oleh perantauan. Sedangkan PDP melonjak hingga 34 orang dan negatif satu orang asal Kecamatan Kejobong. “Dinyatakan positif Covid-19 atas dasar hasil pemeriksaan tes Swab yang baru keluar, Rabu (25/3) siang,” katanya.

Pemkab Purbalingga sedang dan terus melakukan upaya-upaya penanganan. Diantaranya akan menelusuri (tracking) warga yang berhubungan, berinteraksi, kontak langsung dengan Pasien Positif agar mendapat penanganan lebih lanjut.

“Kita gerak cepat. Pemkab sudah berupaya semaksimal mungkin. Yang jelas masyarakat harus semakin menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tegas Bupati.

Untuk penanganan lebih lanjut, dukungan ruang isolasi juga dioptimalkan. Diantaranya di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Logam di kompleks UPTD Logam Kelurahan Purbalingga Lor dilirik menjadi ruang isolasi darurat. Salah satu ruang aula akan disekat dan dijadikan ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

Tidak hanya bangunan LIK. Beberapa bangunan alternatif yang ditinjau selain LIK Logam, juga bekas Panti Nugroho di Jalan Isdiman.

Namun, karena dekat dengan permukiman penduduk, secara teknis kesehatan kurang memenuhi syarat. “Pilihan sebagai ruang isolasi darurat kami tetapkan di LIK Logam dengan kapasitas 10 ruang,” rinci Tiwi.

Pihaknya menargetkan, dalam tiga hari kedepan, ruang aula besar akan disekat-sekat. Setiap sekat ada ventilasi langsung dengan udara luar. Ruang isolasi darurat ini sebagai antisipasi ketika ruang isolasi di rumah sakit daerah sudah penuh.

Penambahan ruang isolasi juga harus diikuti penambahan tenaga medis yang menanganinya. Dengan melihat jumlah tenaga medis, maka kemungkinan penambahan hanya di LIK Logam saja. (amr)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres