9 Orang Positif Corona di Empat Kabupaten di Barlingmascakeb

 9 Orang Positif Corona di Empat Kabupaten di Barlingmascakeb

BANYUMAS – Sebanyak 9 orang di wilayah Barlingmascakeb dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, Rabu (25/3). Mereka tersebar di empat kabupaten. Meliputi Banyumas sebanyak 3 orang, Purbalingga 4 orang, Cilacap 1 orang dan Kebumen 1 orang. Sebagian besar punya riwayat perjalanan maupun pemudik dari wilayah yang berstatus KLB virus corona.

Bupati Banyumas Achmad Husein menginformasikan, di Banyumas total ada tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang positif Covid-19. Hal tersebut diumumkan setelah Bupati menerima hasil tes Covid-19 dari Rumah Sakit Banyumas.

“Sampai dengan hari ini PDP dengan penyakit virus corona positif di Banyumas ada 3 orang. Satu diisolasi dan dirawat di RSMS kondisi masih sakit, dua diisolasi di tempat khusus kondisi sehat,” katanya.

Dia menambahkan, untuk PDP pertama dengan alamat Kemiri, Sumpiuh yang merupakan tamu dari Bekasi. Setelah dites hasilnya menunjukkan bahwa PDP tersebut positif corona.

“KTP Bintara Bekasi, kondisi pasien sehat-sehat saja sekarang tidak menunjukan gejala sakit sama sekali,” imbuhnya.

Meski sehat, pihaknya tetap mengisolasi pasien di tempat khusus. Bupati menjelaskan, bagi siapa saja yang telah melakukan kontak dengan yang bersangkutan akan dikarantina dengan ketat.

 

Selanjutnya untuk PDP positif corona lainnya berasal dari Kracak, Ajibarang. Sama dengan PDP dari Bekasi, kondisi PDP asal Kracak dalam keadaan sehat.

“Tetap kami isolasi di tempat khusus, yang pernah kontak dengan pasien akan kami karantina dengan ketat,” jelasnya.


Bupati juga meminta kepada seluruh masyarakat Banyumas agar tidak khawatir dan panik. Pihaknya menjelaskan, tetap bekerja keras untuk masyarakat.

Balita Terinfeksi Corona di Cilacap

Pemerintah Kabupaten Cilacap terus meningkatkan kewaspadaan setelah diketahui satu warganya positif Corona (Covid-19), Rabu (25/3). Warga berstatus positif Corona diketahui seorang balita berusia empat tahun berdomisili di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan. Ia dinyatakan positif setelah hasil sampel (swab) pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikirim ke Jakarta diumumkan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Banyumas Ekspres diketahui PDP tersebut pada 5 Maret pulang dari Jakarta ke Desa Bulupayung bersama orang tuanya dengan naik kereta api dan turun di Stasiun Maos.

Baca : Balita di Cilacap Positif Corona

Pada Senin (16/3) pasien dibawa ke RSUD Cilacap dan mendapat perawatan medis serta diambil sampel (Swab) dikirim ke Jakarta. Kemudian pada Kamis (19/3) pasien pulang menjalani rawat jalan dan pihak keluarga mengisolasi diri tidak pernah keluar rumah sesuai anjuran medis.

Kemudian pada Rabu (25/3) dari hasil lab dari Jakarta pasien dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya tim dari Dinas Kesehatan Cilacap dan RSUD Cilacap melakukan penjemputan pasien dengan menggunakan ambulan 119 PSC (Public Safety Center). Petugas medis yang menjemput menggunakan APD sesuai SOP penanganan Covid-19.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyatakan ada satu warga Cilacap yang terkonfirmasi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Hal tersebut disampaikan Tatto di rumah dinasnya, Rabu (25/3) malam.

“Saya Tatto Suwarto Pamuji, Bupati Cilacap, menginformasikan bahwa pada hari ini Rabu 25 Maret 2020 pukul 19.00 WIB, di RSUD Cilacap telah menerima konfirmasi hasil tes positif COVID-19 sebagai berikut,” kata Bupati dalam pres rilisinya.

Tatto mengungkapkan, pasien dalam pengawasan (PDP) adalah seorang anak laki-laki usia empat tahun, yang berdomisili di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan. Riwayat perjalanan dari Jakarta dan Sumedang.

“Hasil tes virus Corona positif. Kondisi pasien stabil. Namun, masih menjalani perawatan di ruang isolasi dan ditangani khusus oleh tim RSUD Cilacap. Kami melakukan contact tracking dan akan menerapkan karantina bagi yang pernah kontak dengan pasien,” ungkapnya.

Purbalingga Bertambah 3 Orang

Di Kabupaten Purbalingga, dari sebelumnya hanya satu orang dinyatakan positif Covid-19, pada Rabu (25/3) bertambah 3 orang. Total menjadi 4 orang yang positif terinfeksi. Pertama, laki-laki asal Kecamatan Kalimanah, usia kisaran 37 tahun. Sebelumnya bekerja di Bogor dan tengah mudik ke Purbalingga. Dia dinyatakan positif Covid-19 per Rabu (25/3).

Kemudian perempuan 17 tahun, Kecamatan Rembang, sebelumnya bekerja di restoran. Ketiga, perempuan 43 tahun asal Kecamatan Pengadegan, bekerja di Jakarta, pulang ke Purbalingga. Keempat laki-laki 53 tahun asal Kecamatan Bobotsari. Dia dari Jakarta untuk mengantar anaknya.

Baca : Pasien Positif Corona di Purbalingga Bertambah, Menjadi 4 Orang

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon mengatakan, total ada empat orang positif covid-19. “Kami minta para perantau tidak pulang, baik mudik maupun pulang sementara,” ujarnya.

Tiwi mengatakan, ODP di Purbalingga menyampai 561 yang didominasi oleh perantauan. Sedangkan PDP melonjak hingga 34 orang dan negatif satu orang asal Kecamatan Kejobong. “Dinyatakan positif Covid-19 atas dasar hasil pemeriksaan tes Swab yang baru keluar, Rabu (25/3) siang,” katanya.

Kebumen Satu Orang Meninggal Dunia

Pemkab Kebumen mengumumkan kasus positif corona yang pertama. Bahkan pasien pertama yang positif corona di Kebumen ini telah meninggal dunia. Adanya satu warga yang terkena positif corona disampaikan Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, saat jumpa pers di Posko penanggulangan covid-19 di Dinas Kesehatan Kebumen Rabu (25/3).

Hadir saat itu, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Dandim 0709 Letkol MS Prawiranegara, Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Ujang Sugiono, pejabat terkait serta tokoh agama dan masyarakat Kebumen.

Baca : Pasien Positif Corona di Kebumen Meninggal Dunia

Arif Sugiyanto yang juga Ketua Gugus Penanggulangan Covid-19 Kebumen itu menyampaikan, pasien positif corona tersebut meninggal Selasa (24/3). Pasien meninggal dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Sebelumnya, pasien sempat dirawat RS Palang Biru Gombong pada 11 Maret. Setelah itu dirujuk ke RS di Jogjakarta pada 16 Maret dan meningga 24 Maret 2020.

Kepastian pasien meninggal karena corona, setelah pada Rabu (25/3), Gugus Penanggulangan Covid-19 Kebumen menerima hasil laboratorium pasien. Arif menambahkan, pasien tersebut sudah dimakamkan namun tidak di Kebumen. “Pasien sudah dikremasi sesuai dengan agamanya di luar Kabupaten Kebumen,” katanya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Kebumen bakal menutup sementara tempat usaha pasien tersebut, sekaligus mengkarantina keluarga dan karyawan pasien. Ini dilakukan untuk memotong mata rantai penyebaran corona di Kebumen. (gin/fur/cah/amr/aam)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres