Syamsul Punya Cita-Cita Ingin Jadi Bupati, Tapi Tak Ambisius

 Syamsul Punya Cita-Cita Ingin Jadi Bupati, Tapi Tak Ambisius

WABUP: Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman saat berbincang-bincang di ruang kerjanya. (Wagino)

CILACAP – Pilkada Cilacap masih lama, bahkan masa jabatan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji dan Syamsul Auliya Rachman masih menyisakan sekitar dua tahun lagi. Namun, saat ini sudah mulai menjadi pergunjingan, menyusul sejumlah tokoh mulai tebar pesona di tengah pandemi Corona (Covid-19).

Salah satunya adalah Syamsul Auliya Rachman, yang kerap turun langsung menyapa warga, perangkat desa hingga tenaga medis yang bertugas merawat pasien Covid-19. Tak hanya menyapa, Syamsul yang turun didampingi istrinya kerap memberikan bantuan sosial kepada warga masyarakat terdampak maupun tenaga medis. Termasuk memberi talangan gaji (siltap) Kepala Desa di wilayah Kecamatan Dayeuhluhur.

Terkait dengan tudingan jika kegiatan yang saat ini dilakukan untuk kepentingan Pilkada, Syamsul dengan tegas membantahnya. Ia mengaku jika kegiatan sosial digelar sebagai bentuk rasa syukur terhadap apa yang sudah diterimanya selama menjabat sebagai Wabup Cilacap.

“Saya sederhananya begini, masih tetap dengan jawaban yang sama kepada siapapun, apa yang saya lakukan saat ini, yakni kegiatan sosial, ataupun lainnya, bukan saya niatkan untuk politik, tetapi benar-benar kami renungi sebagai rasa syukur, terhadap apa yang sudah saya dan keluarga terima berupa keberkahan dalam hidup,” ujarnya, Senin (18/5).

Syamsul mencontohkan, kegiatan membagi 2.000 paket sembako itu dilakukan tanpa mengumpulkan massa. Namun paket sembako tersebut diserahkan ke lembaga untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Saya tidak membagi langsung atau pun mengumpulkan orang, tetapi saya serahkan ke lembaga, kepada teman-teman karena apa yang saya lakukan bukan untuk pencitraan. Tapi mungkin saya mendapatkan bonus politik. Dalam artian, bonus ini karena dalam diri saya melekat jabatan politik. Kemudian orang menganalisa dan berpendapat jika Samsul mempersiapkan diri untuk ke depan,” katanya.

Dikatakan pada sisa masa jabatan ini, dirinya bersama istri memiliki motivasi untuk terus belajar agar bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya dengan istri kepingin belajar agar bisa bermanfaat saat menjabat. Toh ketika saya berusaha berbuat baik semampu kami, tidak main proyek, tidak jual beli jabatan, tidak menerima maupun meminta gratifikasi dari siapa pun, nanti setelah lima tahun saya serahkan ke masyarakat, kinerja saya diterima tidak di tengah masyarakat, kinerja saya diterima tidak di teman-teman birokrasi, dan kinerja saya saat berbuat baik ini diterima tidak oleh teman-teman partai politik,” katanya.

Syamsul mengaku memiliki cita-cita menjadi orang nomor satu di Cilacap, namun tidak ambisius.

“Cita-cita ada, kalau dibilang mas Syamsul itu tidak kepingin jadi bupati, berarti saya munafik atau pun berbohong. Saya punya cita-cita iya, tapi saya tidak ambisius, karena saya tidak mau menjadi orang yang menghalalkan segala cara atau bermain kasar yang pada akhirnya bisa merugikan keluarga kami sendiri. Jadi mengalir saja,” ucapnya.

Syamsul bahkan kini sudah menjadi pengurus DPC PKB Cilacap. Sehingga langkah menuju pencalonan sudah terbuka, hanya diperlukan tambahan satu partai politik lainnya untuk bisa mengusung Syamsul maju bersama pasangannya dalam Pilkada mendatang.

“Kalau berbicara kendaraan, memang secara formal saya masuk di dalam kepengurusan PKB, itu karena memang latar belakang saya dari keluarga besar Nahdiyin, yang kedua selama ini banyak masukan bahwa saya dirasa pas bersama-sama teman-teman PKB untuk membesarkan partai ini, ketiga saya dipinang untuk masuk di dalam kepengurusan ya kenapa tidak. Dalam arti bahasa menyiapkan tidak, tetapi mengalir saja, ketika diberi amanah masuk dalam struktur PKB dan kemudian dipercaya maju ya saya siap. Ke depan ketika memungkinkan maju lewat PKB ya insyaallah siap,” kata Syamsul.

Ketika disinggung siapa yang bakal digandeng untuk dijadikan pasangan dalam Pilkada mendatang, Syamsul mengaku belum memikirkannya. Menurutnya, untuk saat ini semua diserahkan kepada masyarakat terkait siapa yang bakal maju bersamanya. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Anas Masruri

Redaktur Banyumas Ekspres